
Penerbit: Ufuk Press
Penulis: Raden Sirait
Halaman: Book Paper, 444 + 16 FC halaman
Harga: Rp 59.900
Ia lahir di Porsea, sebuah kecamatan di Sumatra Utara. Dibesarkan dari tradisi sederhana kedua orang tuanya yang petani. Raden Sirait, namanya. Sebuah keajaiban, karena ia tidak bisa mengambar, membuat pola apalagi menjahit. Padahal, ia adalah seorang desainer.
Dalam perenungan yang dibacakan Maudi Koesnadi dalam pagelaran kebaya “Kebaya for The World Journey of Love” Raden berkata, “Aku tidak bisa menggambar, tidak bisa membuat pola, juga tidak bisa menjahit. Tetapi aku sangat bersyukur dengan talenta yang tidak terbatas yang dianugerahkan Tuhan kepada aku. Aku mempercantik perempuan-perempuan Indonesia memakai kebaya bak bidadari-bidadari dari kayangan.”
Raden lahir dari seorang ayah petani sekaligus penjahit yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SD sementara Ibu, seorang buta huruf. Raden, mempunyai mimpi yang sangat besar untuk berkeliling dunia dan membawa suatu kebanggaan bagi negerinya. Ayahnya pernah mengingatkan Raden bahwa ia hanya mampu menyekolahkan hingga SMA. Nyatanya, nasib berkata lain. Raden menjadi satu-satunya wakil dari Porsea yang mendapatkan PMDK untuk kuliah di IPB.
Sekarang, Raden tercatat telah berkarya selama 15 tahun di bidang fashion dan 5 tahun terakhir fokus mendalami kebaya. Sebagai desainer kebaya, ia terkenal berani memadupadankan kebaya dengan berbagai jenis kain seperti beludru, tenun, ulos, batik, renda dengan potongan-potongan unik pada leher, lengan dan pinggul. Meski demikian, ia tetap menjaga harmoni dan style. “Raden, sosok multitalend yang mendokumentasikan kehidupannya yang lengkap dengan penderitaan, kebahagian yang diyakini sebagia polaritas dalam bentuk busana tradisional, kebaya,” ungkap Aurora Tambunan, Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
“Raden sangat menyadari untuk mendapatkan kesempurnaan, manusia harus melewati ketidaksempurnaan itu sendiri atau polaritas. Dalam kombinasi warna, Raden sangat berani dan kontras memadukan warna hingga menghasilkan harmonisasi indah,” tulis Rani Badri Kalianda, Art Director dan Scenografer dalam buku pengantar fashion show bertajuk Raden Sirait Kebaya For The Word beberapa pekan silam.
Cerita demi cerita perjuangan serta proses anak Porsea inilah yang coba Raden susun rapi menjadi buku berjudul “Journey of Love, Impian Seorang Anak Porsea Menuju Panggung Dunia”. Diterbitkan oleh Ufuk Publishing House, buku ini dibandrol dengan harga Rp. 59.900. Selamat membaca!
Dian Pujayanti
| ←Previous Rahasia Mempercantik Wanita, Seorang Daday Khogidar | Your Pocket Wedding Planner Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|