
Judul buku: Tata Rias Pengantin Sunda Tradisional dan Modifikasi
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Penulis: Hj. Liza Zakaria
Narasumber: Dra. Hj. Sumarni Suhendi
Halaman: 109
Tanah Pasundan dengan kekayaan budayanya melahirkan nilai tradisi yang beragam satu dengan yang lain. Termasuk, bila kita berbicara tentang pakaian pengantin yang berkaitan erat dengan adat-istiadat setempat.
Dulu, prosesi pernikahan adat hanya dilaksanakan oleh para bangsawan dan keturunan ningrat saja. Namun, keberadaanya kian popular di masyarakat. Teraplikasikan pada pernikahan mereka dengan mengikuti perkembangan zaman. Maka, jadilah yang namanya modifikasi dibelakang tataran sesungguhnya. Seperti kebaya pengantin modifikasi, dekorasi sunda modern ataupun tata rias pengantin Sunda kaya dan elegan seperti yang termuat dalam buku berjudul “Tata Rias Pengantin Sunda, Tradisional dan Modifikasi” ini. Tanpa menghilangkan makna dibalik sejarah dan pesan pengantin Sunda.
Memuat tujuh gaya riasan khas adat Sunda dari daerah yang berbeda, tata rias dan busana pengantin Sunda dijabarkan dalam dua gaya, baku (tradisional) dan alternatif modifikasinya yang elegan. Yakni, Pengantin Khas Sunda Garut, Pengantin Sunda Garut Kebesaran, Pengantin Sunda Kaprabron Inten Kadaton, Pengantin Sunda Santana Inten Kedaton Galuh Ciamis, Pengantin Sunda Putri, Pengantin Sunda Siger dan Pengantin Sunda Sukapura.
Bahasan paling pertama dari buku ini menerangkan “Tata Rias, Wajah, Rambut dan Ronce Melati Pengantin Sunda”, yang diterangkan bagian demi bagian; perbedaan kembang turi dan godeg, ronce bunga, ronce bungan untuk sanggul, ronce bunga untuk busana pria. dilengkap gambar dan caption.
Selang beberapa halaman berikutnya Hj. Liza Zakaria sebagai penulis dan narasumber Dra. Hj Sumarni Suhendi memaparkan “Step by Step Merias Wajah” diikuti gambar.
Tentang Penulis dan Narasumber
Adalah Hj. Liza Zakaria yang menulis dengan narasumber Dra. Hj. Sumarni Suhendi, dua tokoh yang dikenal sebagai biangnya pernikahan Sunda. Hj. Liza Zakaria. Dengan keahliannya, beliau mengelola Sanggar Liza, sebuah sanggar tatarias pengantin yang diawali dari salon kecantikan. Sebagai penata rias yang berpengalaman
Meski tanpa background jurnalistik, Liza Zakaria menjelaskan tahap demi tahap tata rias pengantin Sunda yang tak jauh berbeda dengan seorang penulis profesional. Memadukan grafis dan teks buku ini menunjukkan Anda yang nol akan tata rias menjadi paham.
Sementara Dra. Hj. Sumarni Suhendi sendiri dikenal sebagai penggali tata rias pengantin Sunda, kepedulian Hj. Sumarni terhadap pelestarian tat arias pengantin sunda tak diragukan lagi. Selama riwayat profesinya, beliau banyak menerima penghargaan, antara lain HIPKI AWARD 2010 dari Himpunan Penyelanggaraa Kursus dan Pelatihan Indonesia, Narasumber pagelaran tat arias Sukapura dari TMII, DPP, DPD Harpi Melati Provinsi Jawa Barat, serta penggali tata rias pengantin Sunda Garut RA lasminingrat dari Bupati Kabupaten Garut. Perempuan yang pernah mendapatkan gelar runner up II Ratu Kebaya Jawa Barat ini juga menerima piagam penghargaan atas kepedulian dalam mengembangkan Pendidikan Luar Sekolah Kabid Pemberdayaan Masyarakat DT. I Jabar. Lahir di Tasikmalaya 14 Agusutus 1942, perempuan yang pernah mendapatkan penghargaan Penyiar Radio Terbaik Provinsi Jawa Barat ini juga aktif berorganisasi. Beliau tercatat sebagai mantan Ketua HARPI Melati Provinsi Jawa Barat selama 5 periode dan hingga kini masih menjabat sebagai ketua Yayasan Masa Bakti Bandung Ketua LPK Anglia, Ketua Konsorsium (Kursus) Tata Rias Pengantin Provinsi Jawa Barat dan Ketua Ikatan Pelestari Seni dan Budaya Indonesia Provinsi Jawa Barat.
Beberapa buku yang telah dihasilkannya adalah Tata Rias Pengantin Sunda Jawa Barat, Tata Rias Pengantin Santana Inten Kadaton dan Kapabron Inten Kadaton Galuh Ciamis dan Tata Rias Pengantin Sunda Putri, Sunda Siger dan Sukapura.
Dian Pujayanti
Rubrik ini hasil kerjasama DuniaWedding dengan
![]()
| ←Previous Kreasi Berbeda Jilbab Pengantin M. Deddy | Rahasia Mempercantik Wanita, Seorang Daday Khogidar Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|