Marketing Support
Content Support

Judul buku: Rahasia Fotografi Pernikahan Tradisional Indonesia; Kiat Sukses Deddy Baros
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Penulis: Eka Alam Sari
Editor: Arbain Rambey
Narasumber: Deddy Baros
Halaman: 109

Bagi Deddy Baros, foto perkawinan adalah paduan foto jurnalistik, candid, dan portrait. Deddy Baros yang memang sangat fokus pada fotografi perkawinan adat, melihat bahwa pernikahan tradisional Indonesia cenderung mengidentikan empunya hajat dengan para bangsawan masa lalu melalui upacara adapt, busana, dan aksesorisnya. Oleh karena itu foto perkawinan harus dibuat mewah, indah, dan artistic.

Sejalan dengan waktu, menurut Deddy Baros, fotografi perkawinan berevolusi menjadi fotografi perkawinan kontemporer (Contemporary Wedding Photography). Tipe mutakhir ini adalah suatu seni untuk melukiskan orang sebagaimana adanya, tapi mampu menangkap feeling dan emosi pada hari itu.

Dalam buku ini, Deddy Baros menjelaskan segala hal yang perlu dipersiapkan sebelum berperang. Mulai dari kamera, lensa, aksesoris, kru dan perlengkapan lainnya. Deddy juga menjabarkan berbagai teknik yang dapat digunakan untuk menangkap moment berharga kedua mempelai pengantin. Tentu saja disampaikan dengan bahasa yang mudah oleh Eka Alam Sari dan Arbain Rambey sehingga dapat diikuti dengan mudah oleh para pembaca.

Tentang Penulis:
Eka Alam Sari. Pernah menjadi wartawan selama sembilan tahun di Koran dan majalah, Eka adalah salah satu murid angkatan pertama Deddy Baros saat mengajar kursus fotografi dasar di Interstudi Jakarta. Sempat mengikuti  perjalanan awal Deddy Baros di dunia foto perkawinan dan juga menjadi saksi keuletan Deddy Baros dalam membuat citra diri positif di depan pelanggan serta relasi. Oleh karena itulah Ia menawarkan diri untuk mewujudkan impian gurunya, membuat sebuah buku fotografi perkawinan karya asli putra bangsa Indonesia.

Arbain Rambey
. Wartawan foto senior surat kabar Kompas yang sedang naik daun ini adalah fotografer yang pandai menulis. Walau tidak pernah secara khusus kuliah fotografi, namun ia piawai mambagi ilmu fotografi yang dimilikinya. Tak heran kalau insinyur Teknik Sipil lulusan Institut Teknologi Bandung ini merintis rubrik fotografi di Koran Kompas (Pixel dan Klinik Foto Kompas). Dosen fotografi di sebuah perguruan tinggi ternama di Tanggerang ini, menjadi sering menjadi pembicara di berbagai seminar foto jurnalistik dan kamera saku di beberapa kota di Indonesia. Selain itu, Arbain Rambey juga sering didaulat untuk menjadi juri di ajang lomba foto berskala nasional dan internasional. Fotografer yang satu ini juga tak pernah enggan mengikuti lomba foto untuk menambah wawasan dan prestasi. Terakhir Bang Arbain, begitu Ia akrab disapa, menjadi juara pertama dalam lomba foto Museum Rekor Indonesia, yang dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta, Mei 2009. saai ini dengan dukungan dari istri dan kedua anak lelakinya, Ia sedang menyusun buku fotografi kumpulan pengalamannya selama ini.


Katharina S. Menge
Artikel ini hasil kerjasama dengan

Comments (0)add
Write comment

security image
Write the displayed characters


busy

Soqoo Link Exchange Text Back Links Exchange Text Backlink Exchanges

blogvrman firel masukberita.com arenainformasi.com firman-gunajaya.web.id