Marketing Support
Content Support

Berdiri 34 tahun silam, May-May Bridal masih berupa usaha rintisan seorang ibu dari tiga anak, Mei Mei, Lily dan Yayang Tanie. Dengan bakat, kerja keras dan kemauan kuat mereka memperkenalkan merk rintisan Ibunya ke pasar dunia.

“Merk papan atas” mungkin tepat diberikan pada May May Bridal. Dengan segala ciri khas dalam mendesain busana pengantin, May May ternyata telah membawa nama Indonesia ke negeri Paman Sam. Dengan menjadi sole agent merk dari New York, USA yakni Saison Blanche Couvure & Eden Bridals.

“Pada khususnya kita pemegang sole agent. Bisa dikatakan beberapa desain yang kami suguhkan kepada masyarakat Indonesia merupakan tren dari Amerika itu sendiri,” kata Mei Mei saat ditemui pada Intercontinental World of Weddings Exhibition 30 April 2011.

Ide membawa gaya serta desain busana pengantin ke tanah air nyatanya mendapat tanggapan dari calon pengantin Indonesia. Dalam beberapa kali project, May May bahkan kewalahan menaggapi permintaan yang beruntun dari para calon pengantin.

Menurut Mei, calon pengantin Indonesia paling menyukai desain baju pengantin yang glamour, ramai dengan aksen dan payet serta kaya detil. “Kita mengikuti keinginan para konsumen yang meminta lace, kristal, diamond, swarovsky,” tandas Mei.

Sejak awal, May May optimis akan mendapat tanggapan yang menggembirakan dari para wanita Indonesia yang paham fesyen sebagai pertimbangan dalam memilih gaun pengantinnya. Itu mengapa May May tak terpaku pada satu konsep, meski memiliki ciri khas sendiri, yakni simpel dan elegan.

Terdapat tiga line dari gaya simpel elegan May May ini. Pertama polos tanpa bidding, slim dan plain.

Menanggapi tren busana pengantin kedepan mengarah pada model klasik, Mei melihat kondisi tersebut sudah terjadi dari tahun lalu dan tidak begitu khawatir menanggapi respon calon pengantin yang akan terjadi besar-besaran. “Di Indonesia kecenderungannya akan begitu, hampir 50% akan seperti itu. Busana yang tidak ramai,” jawab Mei.

Lalu bagaimana dengan Anda, bila tren kedepan mengarah pada gaya klasik? Akankah berbusana bak The Dutchess of Cambride? Andalah yang menentukan.

Dian Pujayanti

Comments (0)add
Write comment

security image
Write the displayed characters


busy

Soqoo Link Exchange Text Back Links Exchange Text Backlink Exchanges

blogvrman firel masukberita.com arenainformasi.com firman-gunajaya.web.id