
Lebih dulu dikenal sebagai perancang busana-busana malam dan cocktail, berlabel “Benten”, Cecilia Yuda dan Lisa Daryono kini merambah ke dunia pernikahan. Gaun-gaun untuk bridesmaid gown, moms of brides, mide of honour dipamerkan pada acara “Signature Wedding” beberapa pekan lalu.
Dua puluh delapan koleksi, terdiri dari gaun pendek dan panjang menyemarakkan wedding exhibition yang diadakan di Grand Ballroom Shangri-La Hotel pada tanggal 30 July 2011 pukul 14.00 WIB. Berbeda dari tradisi fashion show selama ini, yang memperuntukkan sebagian besar rancangannya untuk pengantin wanita, Benten justru menyajikan gaun-gaun bagi ibu mertua, orang tua perempuan, saudara perempuan sampai para tamu undangan. “Jadi kali ini kita mengeluarkan semi bridal, bahwa dalam pernikahan ada para pendukung. Seperti ibu pengantin pria dan wanita, saudaranya, tamu-tamunya, pengiring pengantin wanita. So, gaun benten itu adalah elemen penting bagi pendukung-pendukung itu,” kata keduanya.

Benten mengangkat tema “Flower Romance” dengan banyak pengaplikasian teknik lipatan, kerutan, warna dan material kain yang bernuansa bunga tiga dimensi dengan pencampuran tulle, brokat perancis dan raw silk. Mengambil dominasi warna pastel dengan sentuhan couture dan sedikit taburan payet2 mutiara yang minimalis. “Itu memang tema kita tahun ini, yakni bunga tiga dimensi, dimana bunga-bunga kita tempelkan,“ kata Cecil dan Lisa.
Setiap lapisan dan helai bahan dijalin membentuk draperi, cloque, kerut dan di garis bawahi oleh struktur payet tebal dan tipis. Benten membawa gaya klasik modern, nyaman di pakai dan anggun. Dalam perjalanannya, ternyata Benten telah lama digandrungi brides tobe sebagai gaun untuk foto prewedding, acara seserahan dan tea-ceremony. Oleh karena itu BENTEN menyediakan gaun2 yang bisa memberi perhatian lebih untuk mereka yang merupakan bagian penting dalam acara pernikahan.
“Dalam wedding itu ada acara tea ceremony, seperti di Jawa ada yang namanya seserahan. Nah kita membuat koleksi gaun pengantin gaya Cheong-Sam juga. Ada juga untuk mereka yang ingin menikah di Bali tapi gaun pengantinnya tidak wah, but so simple and easy to wear,” katanya menambahkan.
Kedua perancang ini mulai dilihat dunia fashion Indonesia, saat menjadi nominasi ‘Young and Talented Designers’ apresiasi dari majalah CLEO dan diturut sertakan dalam penampilan Jakarta Fashion Week 2008 yang mendapat tanggapan yang meriah dan sukses. Sama-sama lulusan Melbourne – Australia, BENTEN sudah melangkah ke kancah International dengan mengadakan show tunggal di Hongkong Fashion Week 2010. BENTEN adalah desain buatan Indonesia dengan standard Internasional yang men-targetkan pasar dari dalam maupun luar negeri.
Dian Pujayanti
| ←Previous Gaun Bridesmaid Ungu nan Elegan | Trend Bridesmaid Dress 2011 Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|