
Tiga desainer berpacu dalam ide terbaru mereka. Mengambil gagasan fesyen era 90-an. Bukan kembali memunculkan potongan yang sama persis, namun merombaknya dan menjadikan lebih up to date di abad 21 meski potongan 90-an.
Seperti dikutip dari New York Times, 15 September 2010 mengangkat konsep garis lurus (hemlines) disetiap rancangan acara dibuka oleh karya Michael Kors dengan rok menyapu lantai. Terbuat dari 100% linen kasa.

Bagaimana perangai seorang wanita mengenakan mantel diluar gaun panjang. Keluar pada malam hari untuk menghadiri pesta formal ditanamkan seorang Narciso Rodriguez pada gaun sutra pink yang dibuatkan juga mantel berbahan kanvas abu-abu.
Semua hemlines dalam koleksi Rodriguez tidak lebih dari pertengahan betis dan dalam garis yang longgar tak mengekang. Idenya tidak semua ia peroleh dari satu objek. Konon aksi para socialite Amerika mendasari ini. Bagaimana mantel menjadi cara menghangatkan badan meski badan sudah tertutupi gaun panjang.
Desainer kedua adalah Ralph Rucci. Melewatkan musim ini dengan koleksi yang biasanya cukup dipajang pada showroomnya di SoHo dengan penyempurnaan gaya splicing. Bulu kuda menjadi busur dari material wol yang mampu menciptakan gelombang pada gaun hitam. Rucci mengambil kualitas katun terbaik.
Sophie Theallet adalah jebolan ajang pemilihan desainer berbakat Council of Fashion Designers of Amerika bekerja sama dengan majalah Vogue. Selalu acuh tak acuh terhadap respon massa akan ide daur ulangnya, Theallet memperluas rancangan siluet. Berupa gaun tanpa lengan yang terbungkus di satu sisinya. Beberapa adalah gaun dengan lengan penuh yang menyempit hanya di atas siku, garis yang tampak segar.
Dian Pujayanti
| ←Previous Gaun Mark & Spencer, Melangsingkan Tubuh | The ”Mullet Dress” Trend Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|