
Mewarnai dunia fashion Indonesia, brand yang tengah berkembang, Benten membuka kembali cabangnya d Jalan Benda No 98 G Kemang Jakarta Selatan. Menyuguhkan potongan sensualitas gaya wanita terkini. Melalui adaptasi feminitas nan berkelas.
Bertajuk ‘Love in The Mist', dynamic duo, Cecilia Yuda dan Lisa Daryono memamerkan 12 koleksi terbarunya. Terinspirasi dari kecantikan bunga yang bersemi. Berbagai siluet cantik dengan teknik 3D terbaru diwujudkan dengan hadirnya komposisi ornament bunga timbul berkontur yang memberi kesan romantis. “Inspirasi datang dari mana ajah. Bisa dari musik, foto, keindahan bawah laut karena kita kan juga suka diving. Jadi kan kita menemukan banyak kombinasi warna dari bawah laut,” kata keduanya saat peluncuran butik keduanya ini.
Kombinasi warna-warna ultra lembut dipergunakan dua desainer yang tercatat dalam Mercedes Australian Fashion Week 2008, New Zealand Fashion Week 2008 dan nominasi majalah CLEO sebagai The Young and Talented New Designer ini, seperti off white, pink, abu-abu dan kemewahan emas. “Kita banyak menggunakan bahan sifon, silk, katun, brokat, tile perancis. Tapi kali ini lebih ke sifon alus,” lanjut Cecil dan Lisa.
Gaun malam berupa dress panjang diintreprestasikan dalam bentuk siluet yang ringan, melayang dramatis sebagai gambaran wanita yang selalu ingin tampil gaya. “Potongan mengarah ke feminism seksi. Namun tidak sedikit yang tertutup mengingat konsumen wilayah selatan tidak terlalu terbuka seperti di Pluit.”
Siluet mini juga hadir, dress serba tumpuk dan one shoulder dress bertabur kristal swarovski adalah gaya yang ditawarkan oleh Benten untuk koleksi tahun ini. Material mewah seperti lace, chiffon, sequins kristal dengan gaya dan proporsi yang pas mempertegas kesan mewah, elegan namun tetap ringan dan terkesan muda.
Mengapa Cabang Ke-2 di Selatan?
Julukan Kemang adalah Bali-nya Jakarta membuat dynamic duo ini terpincut untuk membuka core bisnisnya. Meski tidak terpusat di Jalan Kemang Raya yang terkenal dengan urat nadinya wilayah Kemang, baik Cecil dan Lisa optimis dengan base contumer yang sudah ada mampu meraih pasar. “Kenapa pilih Kemang? Karena banyak banget permintaan dari selatan ke showroom di Pluit dan juga banyak teman media yang berlokasi di selatan. Ini untuk memudahkan kami mempublikasikan Benten lebih intens,” katanya.
Bila diklasifikasikan, Cecil dan Lisa membaginya menjadi dua segmen. Untuk wilayah Pluit, dititikberatkan dengan menonjolkan siluet wanita, oriental, terbuka dan berani. Sementara pasar selatan berfokus di potongan yang simpel, cenderung kalem dan tertutup. Sementara warna merujuk ke orange, fucia, tosca paling difavoritkan. “Kisaran harga yang di Pluit 1 – 4 juta , kalau yang disini mulai dari 4 – 10 juta. Limited edition 5 juta ke atas,” ujar Cecil.
Tentang target pasar, Cecil merujuk pada wanita umur 17 hingga 50 tahun.
Dian Pujayanti
| ←Previous Parade Fashion Evolusi Bumi | Lingerie Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|