
Perayaan Imlek sudah menjadi salah satu tradisi di Indonesia. Kini, bukan hanya masyarakat Tionghoa yang merayakannya, masyarakat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia pun turut merayakan kegembiraan Tahun Baru China tersebut.
Selayaknya pergantian tahun, Imlek selalu mendatangkan suasana meriah. Apalagi kini Imlek sudah diakui oleh pemerintah. Pengakuan ini menjadikan tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional. Alhasil, perayaan Imlek dapat ditemui dengan mudah di semua tempat umum dan pusat-pusat perbelanjaan di berbagai daerah.
Asal-usul Imlek berasal dari Tiongkok. Hari Raya Imlek merupakan istilah umum, kalau dalam bahasa Cina disebut dengan Chung Ciea yang berarti Hari Raya Musim Semi. Hari Raya ini jatuh pada bulan Februari dan bila di negeri Tiongkok, Korea dan Jepang ditandai dengan sudah mulainya musim semi. Perayaan ini juga berkaitan dengan pesta para petani untuk menyambut musim semi.
Karena perayaan Imlek berasal dari kebudayaan petani, maka segala bentuk persembahannya adalah berupa berbagai jenis makanan. Idealnya, pada setiap acara sembahyang Imlek disajikan minimal 12 macam masakan dan 12 macam kue yang mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12.
Kue-kue yang dihidangkan biasanya lebih manis daripada biasanya. Diharapkan, kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Disamping itu dihidangkan pula kue lapis sebagai perlambang rezeki yang berlapis-lapis
Pada waktu Imlek, makanan yang tidak boleh dilupakan adalah kue nastar, kue semprit, kue mawar, serta manisan kolang-kaling. Agar pikiran menjadi jernih, disediakan agar-agar yang dicetak seperti bintang sebagai simbol kehidupan yang terang. Kue mangkok dan kue keranjang juga tidak boleh ketinggalan. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.
Ada juga beberapa menu yang disarankan ada di meja makan Anda saat merayakan Imlek, yaitu
Ayam dan Ikan, yang merupakan simbol kebahagiaan dan keberuntungan, oleh karena itu sebaiknya disajikan secara utuh.
Jeruk mandarin besar, yang menggambarkan kekayaan, sedangkan jeruk jenis kecil menggambarkan keberuntungan karena kedua jenis jeruk ini adalah buah yang berlimpah-limpah di Cina.
Mie yang panjang, tidak mudah putus menggambarkan panjang umur. Dalam setiap perayaan, mie selalu hadir sebagai wujud harapan untuk diberi umur yang panjang. Kabarnya, saat makan mie ini tidak boleh dipotong melainkan disantap sampai ujung terakhir.
Bebek, budi luhur sangat dijunjung tinggi oleh budaya Cina dan sajian bebek adalah simbol dari kesetiaan dan ketaatan. Sementara itu, telur bebek atau ayam memiliki makna kesuburan.
Kuaci, asinan dari biji semangka atau labu kuning ini sering menemani saat-saat berbincang di tengah keluarga ketika merayakan Imlek. Arti dari sajian biji-bijian ini adalah memiliki keturunan yang banyak.
Lobak, disebut cai tou yang juga berarti good luck. Saat perayaan Tahun Baru Cina, sajian lobak menjadi wujud harapan baru untuk beruntung di tahun yang akan dijalani.
Tahu, tahu tausi, puding tahu, dan banyak lagi kuliner Cina yang menggunakan tahu, namun tahu putih tidak disajikan dalam sajian Imlek karena warna putih berarti kematian atau kesialan. Ini yang perlu Anda ingat, jangan menghidangkan menu tahu saat perayaan Tahun Baru Cina.
Katharina S. Menge
| ←Previous Wine I Fall in Love | Segarnya Yoghurt Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|