
Keinginan memiliki keturunan tentulah dambaan setiap pasangan. Bagaimana mewujudkannya secara teoritis, Anda bisa menggunakan Metode Ovulasi Billings. Sebuah cara mengetahui waktu efektifitas bersenggama, bahkan menunda kehamilan.
Tabel ini membagi vase perempuan dalam beberapa kondisi yakni; menstruasi, kering, lendir lengket-licin-bening-basah-mulur, lendir kental & kering.
Untuk mencegah kehamilan misalnya, jangan bersenggama pada hari-hari keluarnya lendir yang licin basah, ditambah 3 hari 3 malam sesudahnya. Atau jangan bersanggama pada hari dimana terjadi sedikit perdarahan diantara dua masa haid dan selama tiga hari sesudahnya. Sebaliknya untuk yang ingin hamil , lakukan saat wanita merasakan adanya lendir yang basah, licin, mulur (seperti putih telur mentah) dan lelaki mengadakan pantang senggama selama beberapa hari untuk memperbanyak sperma. Atau bisa pula dilakukan pada hari-hari awal adanya lendir yang disebut masa perkembangan lendir sebelum hari puncak subur dan hari terakhir adanya lendir basah dan licin. Puncak senggama terbilang efektif adalah hari ke 14 sejak menstruasi pertama. Lihat tabel untuk jelasnya.
Lebih dari itu semua, yang terpenting adalah kerjasama dan pengertian kedua belah pihak. Perempuan harus cerdas memperhatikan dan mencatat setiap perubahan dari dirinya, memastikan masa suburnya. Bila perlu istri melakukan pencatatan dengan pedoman ovulasi billings diatas. Mulailah dengan mengisi formulir hari ini juga. Sediakan buku tulis atau block note dan spidol warna. Pengamatan dapat dilakukan sewaktu-waktu sepanjang hari, namun dianjurkan dilakukan 3 kali sehari (pagi, siang dan malam). Sementara pihak pria rela pantang untuk tidak berhubungan seksual sesering mungkin untuk menghasilkan sperma yang berkualitas.
Diambil dari Metode Ovulasi oleh DR. J.J Billing, metode ini bukanlah metode ramalan seperti cara KB alamiah yang di sebut Metode Kalender atau hitung-hitungan tanggal. Terjadinya ovulasi tidak “diramalkan” dengan cara menghitung hari-hari sebelum atau sesudah mentruasi, tetapi ditentukan atas dasar tanda-tanda yang tampak pada saat itu juga dan mudah di kenal oleh setiap wanita yang normal.
Dian Pujayanti