
Jauh sebelum pasar menyediakan obat penambah stamina dan kejantanan, raja-raja China cenderung mengkonsumsi darah binatang buruan. Satu atau dua tetes darah dari tanduk rusa adalah salah satu cara mereka.
Binatang buruan lainnya, adalah kelinci dan terutama kijang. Setiap kali raja berhasil menembus badan kijang atau rusa, binatang ini langsung dipotong. Darah yang mengalir hanya beberapa tetes dari tanduk kemudian dimasukkan ke dalam cangkir. Dicampur dengan arak dan langsung diminum. Demikian penuturan Dr. Rahmat dari Traditional Chinese Medicine.
Tegukan tetes darah tanduk rusa maupun kijang hanyalah sekian cara dari metode para kaisar mempertahankan stamina dan kejantanan pada titik optimal. Lainnya, adalah ramuan bahan-bahan alam (herbal), yang bila dijabarkan secara filosofis, inti dari ramuan sebagai penguat energi yang berasal dari gingseng, astragalus, akar dang seng. Menguatkan darah yang berasal dari dang qui, chuan xiong, dan memperkuat ginjal diambil dari tanduk rusa, morinda officinalis how, batang dan akar benalu dan cistanche salsa. Suplai ini ditambah dengan latihan fisik para kaisar seperti tai chi sampai kungfu. Karena tai chi-misalnya bermanfaat untuk memperkuat pinggang.
Dengan semua resep yang mereka jalankan, penting bagi kaisar untuk memastikan semua dipenuhi. Karena tuntutan akan urusan kenegaraan dan mengunjungi puluhan selir-selirnya merupakan kegiatan protokoler sehari-hari.
Dian Pujayanti
| ←Previous Prasangka Tentang Malam Pertama | Ini Loh Cara Berhubungan Seks tanpa Nge-Seks Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|