
Anda yang pernah menonton film “The Proposal” mungkin menganggap aneh sikap Margaret Tate saat memohon untuk dinikahi Andrew Paxton. Lantaran Margaret, diperankan Sandra Bullock terdera untuk segera dideportasi.
Alasan Margaret, memang lebih ditujukan untuk mengamankan dia dibalik kejaran petugas imigrasi. Namun pada perkembangan setahun belakangan ini, hasrat wanita untuk segera dinikahi kian tinggi. Kondisi yang bertolak belakang dari pemahaman umum, dimana wanita cenderung tidak berfikir tentang menikah hingga usia 30, bahkan lebih memilih berkarier. Modern mom menyebut, mereka membutuhkan proteksi, jaminan sandang pangan papan, dan segala sesuatu yang menguntungkannya.
Perkembangan anak juga menjadi dasar mengapa mereka kemudian memilih untuk melegalkan hubungannya di kantor agama ketimbang living together yang sudah bisa di negara sana. Keluarga dibawah hukum pemerintahan dan agama dinilai membawa atsmosfer positif terhadap perkembangan si anak. Bayangkan bila si Ibu dan Bapak tidak dalam satu atap, bagaimana anak memperoleh jaminan akan pendidikan, kesehatan, kasih sayang dan sebagainya. Meski itu mungkin bisa diaplikasikan, tapi tidak seoptimal bila kedua orang tua sama-sama bekerjasama dalam satu rumah.
Alasan kedua adalah financial security. Meskipun pertumbuhan wanita mandiri secara finansial meningkat, mereka tetap membutuhkan uang tambahan sebagai langkah menuju hidup yang nyaman. Kontrak kerja jangka panjang pun tidak menyakinkan mereka untuk bisa membentuk hidup yang nyaman, apalagi tiba-tiba terjadi drop keuangan saat terdera masalah. Dan pernikahan, mengakomodir hal itu. Payung pernikahan menanggung kehidupan sang istri, sementara bila sudah cerai, suami pun tak bisa lepas dari tanggung jawab menafkahi si anak.
Beberapa wanita menyikapi menikah karena status sosial dan tekanan orang ketiga, seperti orang tua, teman dan saudara. Menurut Nancy F. Cott penulis “Public Vows: A History of Marriage and the Nation”, keluarga adalah pengaruh paling besar mendesak si wanita untuk menikah dan membangun keluarga. Hingga membentuk stigma baru, bahwa menikah lebih tentang menyenangkan orang lain selain dirinya dan suaminya.
Pada dasarnya semua wanita ingin menikah, dengan alasan apapun dan di umur berapapun. Ia ingin hidup dan menghabiskan waktunya bersama orang yang dicintai. Namun, harus pula disadari ikatan dengan manusia lain membutuhkan kesabaran dan kemampuan beradaptasi. Bukan berarti Anda baru sadar, bahwa menikah penting saat Anda benar-benar menikah. Maka, cari tahulah dari sekarang, mengapa Anda harus menikah!
Dian Pujayanti
| ←Previous Agar Siap Wujudkan Keluarga Berkualitas | Menyatukan Perbedaan Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|