
Hati-hati! Kurangnya kontrol terhadap pola makan serta gaya hidup yang tidak sehat bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Misalnya obesitas, selain bobot tubuh yang berkembang secara liar, obesitas juga dapat merampas keperkasaan pria di atas ranjang.
Ada ungkapan yang mengatakan big is beautiful. Itu benar, namun dengan catatan bahwa tubuh tidak disinggahi beragam penyakit. Tapi jika berlebihan, big is not beautiful again, apalagi jika sudah mengalami kegemukan atau obesitas.
Untuk para lelaki, ternyata obesitas dapat merampas “keperkasaan” pria. Menurut dr. indra Gusti Mansur, DHES, SpAnd, dari SamMarie Family Healthcare, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menuturkan bahwa obesitas tak ubahnya seperti keadaan telur dan ayam, mana dulu yang terjadi.
“Ada pria yang kualitas hormonnya memang sudah turun sebelum mengalami obesitas, namun bisa juga karena obesitas lalu menyebabkan hormone prianya menurun. Sebab keperkasaan pria lebih banyak dihubungkan dengan hormone testosterone, yang salah satu fungsinya untuk meningkatkan tonus otot, mencegah propouse, memperbaiki fungsi seksual, mulai dari: libido, ereksi, ejakulasi (pematangan sperma),” ujarnya
Bila penurunan kualitas seksual itu terjadi lantaran kasus kedua, hal itu dikarenakan pola hidup dan makan yang tidak benar. Sebab setelah menikah, kebanyakan pria kerap abai terhadap kesehatan tubuhnya. Asupan lemak dan karbohidrat yang tidak terkontrol, tanpa diimbangi dengan olah raga menyebabkan terjadinya penumpukan lemak dan karbohidrat.
Kemudian memicu timbunya hormone SHBG-nya (Sex Hormon Binding Humulin) yang tinggi. Keberadaan SHBG yang berlebih dalam tubuh berdampak buruk bagi keperkasaan pria, sebab dapat mengikat Hormon testoteron dan kerja tonus otot terganggu.
“Kalau hormon testosteron rendah sudah pasti tonus otot menjadi kendur semua dan tidak berfungsi. Akhirnya terjadi penumpukan lemak dan karbohidrat. Karena fungsi otot itu bersifat anabolik; meningkatkan aktifitas dari organ-organ reproduksi pria,” jelas dr. Indra. Obesitas menyebabkan alat reproduksi pria (penis) menjadi kecil, benarkah? “Sebenarnya ukuran normal, namun karena terjadi penumpukan lemak, penis menjadi terlihat lebih kecil,” jelasnya lagi.
Untuk menanggulangi hal itu, ada baiknya mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Semakin berumur, karbohidrat dan lemak harus dikurangi. Perbanyaklah makan makanan yang tinggi protein dan berserat. Pelihara aktivitas fisik dengan cara rutin berolah raga.
Bella Donna The Wedding
| ←Previous Pahami Lelaki Anda | Kebebasan dari Calvin Klein Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|