Kris Biantoro dan Maria Ngunyen Kim Dung

Jangan hanya melihat perbedaan, karena tidak ada manusis yang sama satu dengan yang lainnya. Jadi, suami istri perlu lebih melihat persamaan, bukan malah memperbesar perbedaan yang akhirnya dapat memunculkan perselisihan. Mengalah pada pasangan bukan berarti kalah, tapi itu wujud dari cinta.
Itulah hal yang selalu dipegang teguh oleh Kris Biantoro dan Maria Ngunyen Kim Dung selama 45 tahun usia pernikahan mereka yang penuh dengan pasang surut romantika kehidupan. Di jagad perfilman, televisi, dan hiburan nama Kris Biantoro tercatat sebagai presenter terkemuka dan mumpuni selama empat generasi. Kehidupan master of ceremony legendaries ini terasa lengkap dengan kehadiran dua orang putra.
Keimanan Dalam Pasang Surut Kehidupan
Bukan hal mudah bagi seseorang yang popular dan berkecimpung dalam gemerlapnya dunia hiburan untuk tetap teguh menjaga keutuhan cinta keluarga dan rumah tangga, tanpa terpaan prahara dan gossip tak sedap.
“Langgengnya rumah tangga kuncinya adalah keimanan. Dan kita harus bisa merasakan apa sebenarnya yang dikehandaki Tuhan terhadap kita. Kalau tanpa bisa merenungkan seperti itu, maka dalam menjalani kehidupan kita hanya bisa mengeluh, nggresula (menggerutu--red) dan menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan.
Termasuk dalam menjalani kehidupan pernikahan, harus dilandasi oleh keimanan kita kepada Sang Pencipta,” ungkap Kris dengan nada suara yang tegar penuh semangat, meski kini ia harus lebih banyak berbaring untuk istirahat dalam masa penyembuhan sakit ginjal yang telah dideritanya lebih dari 39 tahun. Semnagat untuk berkarya tak pernah surut pada sosok Kris Biantoro yang selalu di damping sang istri tercinta.
Pergulatan dan romantika hidup penggubah lagu Dondong Opo Salak ini tampak begitu lengkap, dalam pasang surut yang dijalaninya dengan panuh kasih bersama istri tercinta yang berasal dari Vietnam, yang dinikahinya di negeri Kangguru pada 17 Desember 1966 silam. Kesetiaan, cinta, kasih dan pengabdian secara total seorang istri kepada suaminya tampak pada diri Maria Nguyen.
Dengan ketelatenan dan kecermatan yang penuh kasih, hampir setiap empat jam Ngunyen Kim memasang kantong cairan berukuran dua liter yang dialirkan melalui selang-selang ke dalam tubuh Kris yang kini banyak beristirahat di tempat tidur.
“Ini adalah totalitasnya sebagai seorang istri. Mami (Kris menyebut sang istri dengan panggilan Mami-red) sangat memahami saya. Apa yang dia lakukan untuk saya, semuanya itu demi cintanya kepada saya. Negara (Vietnam), kakak, adik, tanah airnya, semua dia tinggalkan. Itu semua adalah pengorbanan yang hebat dari dia, yang kemudian memutuskan untuk menikah dengan saya.
Tentang perjalanan hidup dan kelanggengan rumah tangga, Kris tak segan-segan berbagi cerita kepada semua orang melalui bukunya yang bertajuk “10 Langkah Menuju Keluarga Sakinah”
Menurut Kris, agar pernikahan tetap awet, masing-masing indvidu harus ingat janji yang telah diucapkan ketika pernikahan dilangsungkan di hadapan Penghulu, Pastor atau Pendeta. Janji tersebut diucapkan bukan di depan petugas, melainkan kepada Tuhan sang Pencipta kehidupan. Apa yang diucapkan juga bukan sebuah kontrak, tapi sebuah komitmen untuk hidup bersama. “Lebih baik ganti pacar tujuh kali seminggu dibandingkan harus kawin cerai,” terang Kris berseloroh.
Bella Donna The Wedding
| ←Previous Cinta Yang Memahami dan Mengagumi | Love is Sacrifice Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|