Frans Tumbuan – Rima Melati
“Untuk memupuk rasa cinta itu, kita harus punya waktu untuk mengalah, sering berkomunikasi untuk hal sekecil apapun dan buatlah orang yang kit cintai itu merasa nyaman berada di sekitar kita serta berusaha untuk menyukai apa yang dia sukai,” ungkap Rima Melati.
Selama 38 tahun Frans Tumbuan dan Rima Melati mengarungi bahtera rumah tangga mereka. Banyak kecocokan antara Frans dan Rima, sama-sama gemar membaca, travelling, ke pub dan doyan ngobrol. Komunikasi dan sikap mengalah merupakan kunci sukses bagi Frans dan Rima dalam membina hubungan rumah tangga yang harmonis.
Meskipun di tahun-tahun pertama pada pernikahan mereka terasa sulit untuk dijalani, terutama oleh Frans. Pasalnya, Rima menuntut Frans untuk menetap di Jakarta sementara Frans sempat merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan Jakarta, mengingat keluarga mereka sudah lama menetap di Belanda sejak Frans balita.
Frans yang kala itu bercita-cita ingin memiliki sebuah restoran sendiri, bersama dengan Rima akhirnya mendirikan sebuah restoran di sebuiah rumah di kawasan Wahid Hasyim. Hingga akhirnya di tahun 1984, mereka bisa membeli rumah sendiri di daerah Arteri Pondok Indah.
Namun di tahun 1989, Rima mengalami breast cancer yang akhirnya membuat mereka sekeluarga harus pindah ke Belanda untuk menjalani pengobatan. Mereka tinggal di negeri Kincir Angin tersebut hingga tahun 1998. Setelah kondisi Rima pulih, anak-anak mereka tetap tinggal di Belanda karena harus menyelesaikan pendidikan mereka.
Ditakdirkan Sejak Kecil
Seperti diciptakan untuk satu sama lainnya, Frans dan Rima ternyata sejak umur 1,5 tahun sudah sering bersama. Ketika kedua orang tua mereka sering bertemu dalam sebuah acara keluarga. Kala itu Frans sering kali diletakkan bersama-sama dengan Rima dalam sebuah box sementara kedua orang tua mereka sibuk bermain kartu bridge. Namun ketika terjadi perang, kedua orang tua mereka terpisah. Frans dibawa ke Belanda, sementara Rima dan keluarganya menetap di Bandung.
Memang sudah ditakdirkan bersama, akhirnya Rima dan Frans bertemu kembali setelah berpuluh-puluh tahun terpisah. Ketika itu Rima memenangkan kontes Ratu Batik pada tahun 1972 dan memperoleh hadiah berupa tiket perjalanan keliling Eropa. Saat itu Rima menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu kota di Amsterdam. Disana Rima diundang oleh seorang pemilik restoran ternama di kota itu, yang tak lain tak bukan adalah Frans Tumbuan.
Malam itu Rima Melati yang sudah dikenal sebagai artis papan atas disambut oleh Frans dengan seikat bunga mawar merah sambil melontarkan pujian yang kontan membuat hati Rima luluh sekejap. Frans yang sangat romantis dan berwibawa ini berhasil membuat rima bertekuk lutut dan akhirnya menyerahkan hatinya kepada pemuda asala Menado tersebut yang kemudian bersatu dalam ikatan pernikahan pada tanggal 28 Desember 1973.
Mamahami Keinginan Pasangan
Learn to love what is liked by our beloved, inilah yang diterapkan oleh Frans dan Rima dalam membina hubungan rumah tangga mereka. “Kalau pacara kita suka tempe, berarti kita juga harus suka tempe sekalipun kita tidak menikmatinya, itulah arti cinta. Berusaha memahami keinginan pasangan,” tandas Rima yang hingga kini masih sibuk mengurus restoren Le Bistro-nya ini.
“Kami selalu melontarkan pujian satu sama lain seperti layaknya sedang berpacaran, kapanpun dan dimanapun, itulah yang membuat hubungan kami tetap romantis sekalipun kami sudah berumur,” ujar Frans menambahkan.
Bella Donna The Wedding
| ←Previous Love is Friendship | Cinta Dalam Keimanan dan Keindahan Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|