Teddy Syach - Rina Gunawan
Cinta itu tidak mudah di dapat, sehingga harus dipertahankan dan dijaga sampai maut memisahkan. Itulah komitmen kami berdua dalam membina hubungan rumah tangga agar tetap harmonis.
Kisah cinta pasangan yang sudah 12 tahun mengarungi bahtera pernikahan ini bisa terbilang sangat singkat. Namun disaat mengarungi biduk rumah tangga itulah Teddy Syach dan Rina Gunawan benar-benanr menikmati arti cinta yang sebenarnya. “Kami berpacaran selama sembilan bulan dan jarang bertemu, tandas Teddy.
Saat berpacaran Teddy sering membawa Rina ke acara keluarga dan teman-teman, demikian juga Rina yang tidak pernah merasa canggung untuk memperkenalkan Teddy pada teman-teman dan keluarganya meskipun usia mereka terpaut jauh. Ketika sudah berumah tangga keduanya sudah mengenal jauh tentang pergaulan serta hubungan masing-masing dengan keluarga dan hubungan silahturahmi ini masih tetap berlangsung hingga ini.
Pertemuan Teddy dan Rina memang tanpa sengaja. Ketika itu mereka sedang terlibatdalam sebuah produksi sinetron tahun 1998 yang bertajuk Kisah Sedih di Hari Minggu. Saat itu Rina bertugas sebagai produser dari sebuah production house yang menangani sinetron tersebut.
“Saya sangat mengagumi Rina, dia seorang pemerhati dan ringan tangan dalam menolong orang, bahkan dia juga termasuk wanita pekerja keras. Maka diam-diam saya mulai mengaguminya hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk menyatakan perasaan saya. Awalnya dia ragu namun saya terus berusaha menyakinkannya,” ungkap Teddy memaparkan awal kisah cintanya, yang berujung pada pernikahan yang digelar tangal 11 April 1999 silam.
Rina termasuk orang yang serius dan kritis sedangkan Teddy termasuk orang yang humoris dan kurang memperhatikan hal-hal kecil, namun mereka berdua dapat menutupi kekurangan satu sama lain. Kehadiran dua buah hati mereka merupakan bukti nyata bagi mereka untuk menuangkan perasaan cinta dan kasih sayang satu sama lain.
“Jika ada masalah, kami duduk bersama membicarakannya seperti seorang sahabat yang berbagi cerita, mencari tahu penyebab masalahnya, kemudian mencari jalan keluarnya. Kami tidak pernah melibatkan orang tua untuk menyelesaikan masalah kami. Kami belajar untuk menyelesaikan masalah kami sendiri. Tidak juga dengan kehadiran orang ketiga, karena biasanya orang ketiga akan membuat masalah menjadi semakin rumit,” ujar Teddy.
“Kami berdua termasuk orang yang suka ngobrol, setiap cerita atau masalah yang terjadi sepanjang hari selalu kami ceritakan di atas meja makan pada malam hari,” tambah Rina.
Bella Donna The Wedding
| ←Previous Membangun Keluarga yang Penuh Cinta | Cinta Yang Memahami dan Mengagumi Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|