Marketing Support
Content Support

Bagaimana suatu hal yang seabstrak keimanan (faith) bisa dijadikan tema pernikahan? Pasangan Imron dan Shirley ternyata bisa menerapkannya. Pertemuan pertama saja terjadi di gereja, saat Imron dan Shirley sama-sama melakukan pelayanan musik. Dari situ keduanya mulai menemukan banyak kesamaan visi dan misi, baik dalam hidup maupun pelayanan untuk Tuhan.

Pertemanan selama sekian tahun akhirnya menyadarkan mereka akan pentingnya keberadaan satu sama lain. Akhirnya tahun 2001 mereka resmi berpacaran. Tepat di hari Valentine 2007, keduanya menetapkan keputusan penting tentang hari pernikahan mereka. Diskusi bersama menetapkan tanggal 5 Juli 2008 sebagai hari besar mereka. Yang menarik, lima tahun sebelumnya, tepat di tanggal yang sama, Imron memberikan sebuah cincin bagi Shirley sebagai kenangan 10 tahun persahabatan mereka. Di bagian dalam cincin tertulis ’10 years to forever’. Lucunya, hal itu sama sekali tak terpikir oleh mereka saat menentukan hari pernikahan.

Mempersiapkan pernikahan merupakan hal yang luar biasa. Sebuah kombinasi unik antara excitement, kegembiraan, namun juga kekhawatiran, stress dan mungkin sedikit perselisihan. Semua rintangan dan masalah dianggap sebagai momen “berlatih” untuk pernikahan yang sesungguhnya. Ketika mereka berdua sibuk dengan semua persiapan, disitulah letak pelajaran untuk memahami satu sama lain. ”Kami berdua adalah tipe rang yang perfeksionis. Karena ingin semua tampil sempurna, kadang kami bisa menjadi orang yang keras. Terlebih dalam mempersiapkan hari penikahan kami. Semua tekanan tersebut membantu kami menjadi pribadi yang lebih sabar dengan belajar mengatasinya,” kata Imron.

Double Theme

Tema pernikahan sengaja dibuat ganda, yaitu untuk dekor dan tema pesta secara keseluruhan. Untuk tema dekor, keduanya sengaja memilih warna bernuansa pink yang memang sangat identik dengan Shirley. Setelah berkonsultasi dengan Lotus Design sebagai dekorator, pilihan jatuh pada kombinasi warna shocking pink, fuchsia, dusty pink dan silver. Hand bouquet dari Floral Design dan undangan yang dirancang Artic juga memiliki sentuhan pink. Begitu juga dengan pemakaian fabric cover di lorong masuk tamu. Prinsipnya, anything pink is okay with Shirley.

Tema kedua, yang lebih menyeluruh adalah Household of Faith (Rumah Tangga Iman). “Artinya, pernikahan kami haruslah dilandasi iman dan rasa takut akan Tuhan,” kata Imron. Inspirasinya datang dari lagu berjudul sama yang dinyanyikan Steve Green yang memang menjadi lagu kesayangan mereka sejak dulu. Paman Imron khusus mendesain logo tema ini ke dalam beberapa item pernikahan seperti: undangan, souvenir, dan buku liturgi. Di dalam undangan yang berbentuk pigura pun ikut disisipkan lembaran text lagu itu. ”Bahkan lagu Household of Faith juga ikut kami nyanyikan berdua, baik di gereja maupun resepsi,” ujar Shirley. Sebagai pengiring, kedua pasangan ini sengaja memilih hiburan musik dari Jakarta Broadway Singer, karena kesukaan mereka akan lagu-lagu broadway dan movie soundtrack. Mereka bahkan mengajak teman-teman lama dari berbagai generasi paduan suara gereja untuk bergabung bersama menyanyikan lagu-lagu pujian.

Bagi Imron dan Shirley, teman-teman adalah anugerah, karenanya kehadiran mereka, selain keluarga besar, menjadi penyemangat dan hiburan di saat-saat sulit. ”Hal terindah yang kami rasakan bersama teman-teman adalah saat berkumpul di rumah membantu kami mempersiapkan segala persiapan. Sungguh sebuah kebersamaan yang luar biasa. Karenanya, saat semua berkumpul di Ballroom Grand Hyatt Hotel, tempat berlangsungnya pesta, menjadi sebuah pengalaman yang mengharukan. ”Hal-hal seperti inilah yang akan kami kenang sepanjang hidup sebagai sebuah keindahan anugerah dari Tuhan,” ujar keduanya.

Bella Donna The Wedding

Comments (0)add
Write comment

security image
Write the displayed characters


busy

Soqoo Link Exchange Text Back Links Exchange Text Backlink Exchanges

blogvrman firel masukberita.com arenainformasi.com firman-gunajaya.web.id