Marketing Support
Content Support

Orang bilang, musim gugur adalah musim yang penuh cinta. Musim dimana saat warna-warna burnt orange, merah dan gold terasa begitu romantis. Itulah salah satu sebab mengapa Raymond dan Andrea memilih ‘autumn’ sebagai tema resepsi pernikahan mereka pada 23 Mei 2010.

Dan Bali Room Hotel Indonesia Kempinski terasa begitu tepat dengan tema yang hendak mereka angkat. Klasik dan elegan. Pilar-pilar yang kokoh, ceiling yang tinggi serta chandelier mewah, sungguh sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Terlebih sentuhan karya Image Décor mampu memberikan nilai kesempurnaan sebuah dekorasi. “Image Décor benar-benar bisa capture apa yang ktia mau dan bayangkan, bahkan lebih bagus lagi,” cerita Andrea.

Dominasi dahan-dahan pohon disekitar kursi taman berwarna putih dilengkapi dengan bunga-bunga dan kristal yang berjatuhan dari dahannya adalah seklumit gambaran dekorasi Image Décor yang coba dihidupkan dari impian Raymond dan Andrea.

Untuk menghadirkan pernikahan impian memang bukan pekerjaan yang mudah. Apalagi keduanya tinggal di Melbourne yang notabene segalanya harus dikendalikan dari jarak jauh. Namun, kerjasama yang apik mereka berdua serta tim wedding organizer, acarapun berlangsung dengan lancar.

Omong-omong, Raymond memiliki cerita berkesan saat mempersiapkan pernikahannya. “Tepatnya dua bulan sebelum acara, saya pergi ke toko penyewaan baju untuk memesan baju untuk pernikahan. Untuk kunjungan kedua, saya ajak Andrea (Dea) untuk melihat bajunyaa. Setelah lihat-lihat lagi, ternyata dia nemu yang lebih bagus, alhasil, keluar dari toko bajunya completely beda. hahaha. Intinya, kalao soal baju saya serahkan ke Dea aja deh,” kenang Raymond.

Raymond dan Andrea sendiri bertemu saat retret mudika perkmpulan muda-mudi Katolik tahun 2004 dimana Raymond adalah ketuanya. Pertama kali bertemu Andrea, Raymon langsung terpikat. “Sebenarnya, ikutan retret tujuannya untuk cari pacar. Hehehehe,” kata Raymond lagi. Ternyata semakin lama ia mengenal Andrea ada rasa ingin selalu berdekatan.

Raymond pun memberanikan diri untuk mengajak Andrea makan malam dirumahnya. Makan malam itu adalah kencan pertama mereka. Dan begitu melekat dalam benak Andrea. “Saat diundang ke rumah Raymond dimasakin makan malam rasanya senang sekali karena saya tidak bisa masak,” ujar Andrea. Namun ternyata Raymond kurang bisa masak juga dan harus meminjam beberapa piring ke tetangga. “But, it was what made the daya so memorable for me,” ujar Andrea menutup cerita.

Bella Donna The Wedding

Comments (0)add
Write comment

security image
Write the displayed characters


busy

Soqoo Link Exchange Text Back Links Exchange Text Backlink Exchanges

blogvrman firel masukberita.com arenainformasi.com firman-gunajaya.web.id