Konon, di Sumatera Barat memiliki banyak nagari otonom dengan adat dan tradisinya masing-masing. Apabila terjadi perkawinan antara nagari, maka jalan yang ditempuh adalah melakukan kompromi untuk menentukan adat mana yang akan dipakai. Berikut ini kami hadirkan tata cara pernikahan adat nagari Bayur Maninjau, salah satu nagari otonom tersebut-sesuai dengan kondisi yang sekarang berlaku di tempat tersebut.

Rosok Aie Rosok Minyak
Prosesi mendatangi pihak calon suami yang akan dijodohkan dengan anak perempuan. Kegiatan ini dilaksanakan secara sangat rahasia antara pihak keluarga perempuan dengan Mamak laki-laki.
Maantaan Tando
Mengantarkan tanda pengikat atau pertunangan oleh calon pihak perempuan ke calon pihak laki-laki. Khusus di Nagari Bayur Maninjau bentuk pengikat lazimmnya berupa satu buah cincin emas berat minimal 5 gram.
Manjapuik Calon Minantu
Pihak calon mempelai laki-laki datang kerumah calon mempelai perempuan untuk bertandang dan menjemput calon mempelai perempuan yang akan bermalam 2-3 malam dirumah calon pengantin laki-laki. Selama calon pengantin perempuan tidur dan menginap dirumah pihak laki-laki, maka calon pengantin laki-laki tidak dibenarkan tidur dirumahnya.
Manakik Hari
Setelah melewati masa pertunangan biasanya tiga bulan atau lebih, sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak, maka akan diadakan acara manakik hari atau acara menentukan hari baik untuk melangsungkan acara pernikahan.
Prosesi Acara Baduduak
Merupakan rangkaian persiapan dan pelaksanaan pesta perkawinan di kediaman calon mempelai perempuan. Adapun rangkaian prosesi acaranya diantaranya (lebih lengkap bisa Anda peroleh di Mahligai edisi perdana 2006);
. Maendang atau Manjalang
Prosesi dimana keluarga dari pihak perempuan akan datang kerumah calon mempelai laki-laki untuk melaksanakan prosesi adat Manjalang atau Maendang.
. Malam Bainai
Pada malam Bainai teman-teman mempelai perempuan akan bermalam dirumah calon pengantin perempuan untuk memasang inai ditangan sambil bergurau dikawal anak muda yang merupakan teman dari pengantin laki-laki.
. Mandoa atau syukuran
Dihadiri oleh angku ninik mamak, imam khatib dan tokoh masyarakat untuk mendoakan keselamatan dan kebahagiaan kedua mempelai serta rasa syukur karena telah terjadinya ikatan pernikahan antar anak kemenakan kedua belah pihak.
Mahligai Edisi Perdana 2006
| ←Previous Ida Royani Transformasi Tenun Ikat Nusa Tenggara | Desain Kebaya Eksotik Next→ |
|---|
| < Previous | Next > |
|---|